wakafbaniumar

Kebangkitan Wakaf, Raksasa Tidur Ekonomi Islam

Sambutan Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI)
Nur Samad Kamba
Dalam kegiatan “The 3rd International Working Group of Waqf Core Principles (IWG-WCP)”
di Yogyakarta Rabu, 30 Maret 2017

wakafbaniumar

ist

  1. Peran   wakaf   dalam   meningkatkan   pembangunan   sosial ekonomi umat terus ditingkatkan hingga saat ini negara seperti Kuwait, Turki, Mesir, Saudi Arabia, Singapura, dan Malaysia, mengelola wakaf secara modern dalam bentuk hotel, ruko, gedung perkantoran, apartemen, mall, rumah sakit modern, bank wakaf, dan sebagainya yang berdampak pada meningkatnya hasil bagi keperluan mauquf alaih (pihak yang berhak menerima manfaat).
  2. Di Indonesia wakaf dikelola mayoritas masih dalam bentuk tradisional, seperti masjid, kuburan, sekolah, panti asuhan,dan majelis taklim. Pengelolaan seperti itu tidak salah, hanya kalau   mayoritas   tanah   wakaf   dikelola   secara   tradisional, maka   sedikit   sekali   dampaknya   terhadap   peningkatan ekonomi dan kesejahteraan umat.
  3. Menyadari wakaf   belum   dikelola   secara   optimal   dan perannya   yang   masih   kecil   bagi   pembangunan   sosial ekonomi   umat,   maka   BWI,   Kementerian   Agama,   Bank Indonesia,   dan   lainnya   membuat   berbagai   program   untuk meningkatkan   peran   wakaf,   kompetensi   nazhir,   dan pengelolaannya.
  4. Berbagai aturan untuk mendukung transformasi pengelolaan wakaf dari tradisional menjadi modern disusun, seperti UU No.41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan PP No.42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaannya   serta   berbagai   peraturan   turunan dari   UU   Wakaf   dan   PP   tentang   Wakaf,   seperti   Peraturan Menteri   Agama   tentang   Administrasi   Pendaftaran   Wakaf Uang,   Peraturan   Menteri   Agama   tentang   Tata   Cara Perwakafan   Benda   Tidak   Bergerak   dan   Benda   Bergerak Selain   Uang,   dan   berbagai   Peraturan   BWI   tentang perwakafan.
  5. Selain   peraturan-peraturan,   dibuat   juga   instrumen pengembangan   wakaf   seperti   sukuk   berbasis   wakaf   yang telah   dilaunching   oleh Menteri Keuangan   pada tanggal 25 Oktober 2016 di Surabaya.
  6. Peningkatan kompetensi   nazhir dan sosialisasi pengelolaan wakaf yang   modern juga terus   dilakukan   dengan   berbagai program   yang   dilaksanakan   oleh   Kementerian   Agama   dan BWI.
  7. Wakaf   yang   memiliki   potensi   ekonomi   yang   besar   dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian negara, mendorong Bank Indonesia untuk ikut memajukan perwakafan di Indonesia.
  8. Sebagai   langkah   kongkret,   Bank   Indonesia   bekerja   sama dengan BWI dan pihak lain menyusun Waqf Core principles atau   prinsip-prinsip   utama   wakaf,   menyusun   Road   Map Menuju   Sisitem   Wakaf   yang   Efisien   dalam   Mendukung Pembangunan Nasional dan Sistem Informasi Wakaf.
  9. Acara hari ini bagian dari kerja nyata Bank Indonesia dalam meningkatan   kompetensi   nazhir,   pengelolaan   wakaf   yang modern   dan   maju   serta   menjadikan   wakaf   sebagai   salah satu sumber peningkatan ekonomi bangsa dan negara.

===================

“The 3rd International Working Group of Waqf Core Principles (IWG-WCP)”

Kegiatan ini diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan lembaga riset IRTI-IDB. Tujuannya untuk mematangkan dan menyempurnakan dokumen waqf core principles (WCP). WCP ini nantinya bisa dijadikan sebagai rujukan oleh setiap negara dalam pengambilan kebijakan di bidang pengawasan dan manajemen perwakafan secara optimal. WCP ini diharapkan berfungsi seperti Basel Core Principles di bidang perbankan.

Kegiatan yang bertajuk ” The 3rd International Working Group of Waqf Core Principles” ini menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang perwakafan dari berbagai negara. Sampai informasi ini di turunkan, telah hadir perwakilan dari Kuwait, Selandia Baru, Afrika Selatan, Australia, Brunei Darussalam, Bank Dunia, Bank Pembangunan Islam (IDB), dan Badan Amil Zakat Nasional.

Ini adalah kegiatan internasional ketiga dalam upaya untuk mewujudkan suatu dokumen WCP yang bisa diterima dan dilaksanakan oleh semua negara. Kegiatan sebelumnya diselenggarakan di Surabaya pada akhir tahun 2016.

Connect with Me:

Leave a Reply