globe-303110_640

Menghidupkan Bumi Dengan Menanam Pohon

Dan kami jadikan di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur. Dan kami pancarkan padanya beberapa mata air (Qs Yasin [36]: 34)

Forest1

Oleh:

Jamaluddin, S.sy
Div. Program Center of Waqf Bani Umar

 

Di dalam ayat 34 surat Yasin ini, Ahmad Musthafa al-Maraghi, dalam kitab tafsirnya Tafsir al-Maraghi, membagi ayat ini ke dalam dua kategori. Kategori pertama, kami jadikan di bumi itu kebun-kebun. Kategori kedua, kami pancarkan di bumi itu beberapa mata air. Begitu pula dengan Ibn Jarir al-Thabari, di dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Thabari, menggunakan pembagian dua kategori ini untuk menafsirkan ayat tersebut. Namun, Ibn Katsir tidak menafsirkannya secara terpisah, melainkan menyatukan dua kategori penting itu dengan mengemukakan bahwa maksud dari ayat ini adalah ‘Kami ciptakan sungai-sungai mengalir di beberapa tempat di mana manusia dan hewan membutuhkan buahnya untuk dimakan’.

Penafsiran Ibn Katsir ini mengindikasikan keterkaitan sangat erat antara bumi, mata air, kebun (pohon-pohon), dan kebutuhan manusia dan hewan, di mana kajian ini menjadi concern dari kajian-kajian modern tentang lingkungan. Dan terbukti, di dalam ilmu pengetahuan Biologi dijelaskan bahwa keterkaitan antara bumi, pohon, mata air, dan kehidupan manusa dan hewan sangat erat.

Ibn ‘Asyur, dalam kitab tafsirnya Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir, mengemukakan bahwa ayat 34 ini menjelaskan tentang sebagian cara menghidupkan bumi, yaitu dengan menanam pohon-pohon yang berbuah. Cara ini, kata Ibn ‘Asyur, merupakan cara yang paling menakjubkan dan paling bertahan lama.

Menanam pohon sangat bermanfaat bagi keberlanjutan kehidupan bumi agar terus bertahan. Pohon-pohon yang rindang dan berakar kuat melindungi manusia dan hewan dari tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya. Selain buahnya bermanfaat, daun-daun pohon juga menghasilkan oksigen, melalui proses fotosintesis, yang sangat dibutuhkan manusia dan hewan, dan mengurangi dampak pemanasan global.

Connect with Me:

Leave a Reply