ilovewakaf

Wakaf Bukan Monopoli Orang Kaya

Dalam pemahaman sebagian umat Islam Indonesia tentang wakaf masih mengalami kemiskinan makna. Yang selama ini dipahami oleh masyarkat bahwa wakaf hanya dalam bentuk tanah saja, dan peruntukannya pun hanya untuk kepentingan masjid, musolah, madrasah, kuburan, asrama yatim piatu dan lain lain. Padahal pemahaman tersebut tidak sepenuhnya salah, hanya saja dibutuhkan sosialisasi secara masif dari pihak-pihak yang berkepentingan, seperti para ulama, guru, asatidz, atau para stakeholder yang secara khusus mengelola asset-aset wakaf (nadzir).

Oleh karenanya, mari..kita rubah paradigma pemahaman makna wakaf yang seperti itu dengan cara memberikan informasi dan edukasi secara terpadu kepada masyarakat tentang makna wakaf yang sesungguhnya.

Wakaf bukan lagi monopoli orang kaya, wakaf bukan hanya untuk yang punya tanah, siapapun dalam hal berwakaf bisa melaksanakannya sebagai contoh melalui program wakaf uang yang sejak lama sudah dicanangkan semua bisa melakukannya karena harta wakaf dalam bentuk uang yang bersifat likuid justru akan dapat mudah dikelola sehingga menghasilkan return yang akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat baik dakwah, sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Sejatinya, umat Islam di Indonesia ini memiliki potensi finansial yang luar biasa, jika mau dikelola secara amanah, akuntabel, dan professional. Sekedar ilustrasi, jika setiap jamaah berwakaf uang Rp. 20.000 / bulan x 1 juta jamaah, maka akan terhimpun dana Rp. 20 M /bulan, setahun terhimpun Rp. 240 M , demikianlah kirannya potensi wakaf uang jika kita bangun bersama akan menghasilkan sesuatu yang dahdsyat! DAN LUAR BIASA..! Semoga kita termasuk orang-orang yang sadar akan arti pentingnya berwakaf untuk kebangkitan ekonomi umat.

budiindra

Budi Indra Agusci, M.Si (Direktur Wakaf Bani Umar)

Satu amal, sejuta manfaat (Budi Indra)

Salurkan donasi wakaf uang anda ke rekening BNI Syariah 420 153 3339

Connect with Me:

Leave a Reply